Konsep Biaya dan Sistem Informasi Akuntansi Biaya

1. Ruang Lingkup Akuntansi Biaya
Cost Accounting (Akuntansi Biaya) merupakan alat manajemen untuk memonitor dan merekam transaksi biaya secara sistematis, serta menyajikan informasi dalam bentuk laporan-laporan biaya.

Proses pengolahan data biaya menjadi informasi biaya disajikan oleh akuntansi biaya. Proses tersebut meliputi pencatatan, penggolongan, peringkasan data biaya dan penyajian informasi biaya dengan cara-cara tertentu yang sistematik.

Tujuan akuntansi Biaya adalah menyajikan informasi biaya yang bermanfaat bagi pihak internal dan eksternal sebagai dasar untuk :

a. Penentuan harga pokok produk atau jasa. Harga pokok produk atau jasa merupakan akumulasi dari biaya-biaya yang dibebankan pada produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan

b. Perencanaan dan pengendalian biaya, baik biaya produksi maupun non-produksi. Informasi yang dihasilkan akuntansi biaya menjadi dasar bagi manajemen untuk menyusun perencanaan dan anggaran biaya. Anggaran biaya juga dapat dijadikan sebagai tolak ukur untuk pengendalian biaya yaitu penekanan pada penyimpangan realisasi biaya dari rencana yang telah ditentukan.

c. Pembuatan keputusan bisnis, berkaitan dengan pemilihan berbagai alternatif tindakan. Dalam hal ini, manajemen memerlukan informasi biaya yang relevan untuk dasar pengambilan keputusan bisnis. Salah satu pengambilan keputusan bisnis adalah penentuan keputusan investasi.

Secara garis besar akuntansi dibagi kedalam 2 tipe yaitu:

• Financial Accounting (FA)
• Managerial accounting (MA)

Keduanya merupakan sistem pengolah informasi dan menyediakan informasi keuangan yang bermanfaat bagi decision maker.

2. Sistem Informasi Akuntansi Biaya
Informasi biaya yang sistematis dan komparatif, serta data biaya dan laba analitis dibutuhkan agar manajer dapat :
• menetapkan target laba
• menetapkan target departemen untuk manajemen menengah dan manajemen operasi
• mengevaluasi efektifitas rencana
• menunjukkan keberhasilan atau kegagalan tertentu
• mengidentifikasi dan memilih strategi
• memutuskan penyesuaian dan perbaikan dalam organisasi.

Sistem Informasi akuntansi biaya harus mencerminkan pembagian otoritas sehingga manajer individual dapat dimintai pertanggungjawaban. Sistem harus menyediakan manajemen dengan informasi yang memfasilitasi identifikasi segera dari aktivitas-aktivitas yang memerlukan perhatian.

Sistem informasi sebaiknya memfokuskan perhatian manajemen. Beberapa aspek signifikan dari kinerja mungkin sulit untuk diukur, sementara faktor-faktor yang lebih mudah diukur namun kurang signifikan bisa menyebabkan perusahaan mengejar atau menekankan secara berlebihan pada aktivitas-aktivitas yang salah. Manajer sebaiknya memperoleh informasi mengenai kesesuaian, maksud kegunaan dan keterbatasan informasi.

Download Soal Test Toefl dan Jawaban

Selain mempelajari contoh soal test toefl yang pernah saya bagikan sebelumnya, sobat yang sedang berniat melakukan test toefl juga dapat memanfaatkan soal-soal lain yang dapat di download dimana soal test tersebut telah dilengkapi dengan jawaban. Mengingat hal ini juga perlu kita lakukan maka berikut akan kita bahas mengenai download soal test toefl dan juga jawabannya.

Contoh Soal Test Toefl Lengkap Terbaru
Semakin banyak kita berlatih dengan soal-soal maka akan semakin baik kemampuan kita dalam menjawab setiap pertanyaan yang ada karena itu tak lupa saya sertakan juga berbagai pembahasan lain mengenai contoh soal toefl yang mungkin banyak dibutuhkan oleh sobat semua. Yang berminat silahkan langsung cek pembahasan tersebut melalui tautan-tautan berikut ini:
  1. Kumpulan Contoh Soal Toefl
  2. Contoh Soal Toefl Online
  3. Contoh Soal Grammer untuk Toefl
  4. Soal Listening Toefl Test
  5. Soal Reading untuk Toefl Test
Dengan mempelajari beberapa pembahasan di atas diharapkan kemampuan dalam menjawab soal-soal toefl akan terus meningkat sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan score toefl yang di dapat.

Aplikasi Pendukung Latihan Test Toefl dan Jawaban 

Sebelum dapat memanfaatkan toefl dan jawaban yang akan saya ulas disini sobat pertama-tama harus memastikan bahwa komputer pc atau laptop atau netbook yang ada telah diinstal aplikasi pendukung untuk latihan test ini. Aplikasi pendukung toefl yang saya maksud disini adalah aplikasi realplayer yang biasanya sudah terinstal pada komputer pc atau laptop. Jika sudah terinstal maka kita tinggal menjalankan latihan test yang ada. Meski demikian jika sobat belum mempunyai Aplikasi RealPlayer sobat dapat mendownload aplikasi tersebut melalui tautan dibawah ini
Setelah di download silahkan install aplikasi tersebut pada komputer sobat semua, baru setelah itu mulai melakukan latihan soal test yang dapat disalin pada bagian akhir pembahasan ini.

Download Latihan Soal Test Toefl 

Untuk dapat mempelajari soal-soal latihan untuk test toefl yang ada, silahkan download soal test tersebut melalui beberapa tautan yang ada dibawah ini.

Link 1

Link 2
Password: thetangga.blogspot.com

Tautan diatas diambil dari sumber lain yang berbaik hati membagikan soal latihan untuk sobat-sobat yang sedang membutuhkan soal latihan toefl. Mari kita ucapkan terima kasih banyak untuk original uploader yang telah berbaik hati tersebut. Semoga bermanfaat.

Contoh Resensi Buku atau Novel

Resensi buku atau novel adalah kupasan atau pembahasan tentang buku yang biasanya disiarkan
melalui media massa, seperti surat kabar dan majalah.  

Apakah tujuan membuat resensi?
Tujuan resensi adalah memberi informasi kepada masyarakat akan kehadiran suatu buku. Pembuat resensi disebut resensator. Sebelum membuat resensi, resensator harus membaca buku itu terlebih dahulu. Sebaiknya, resensator memiliki pengetahuan yang memadai, terutama yang berhubungan dengan isi buku yang akan diresensi.

Unsur-unsur atau langkah-langkah dalam meresensi sebuah buku
     1.       Judul resensi
     2.       Identitas buku
     3.       Kepengarangan
     4.       Sinopsis
     5.       Keunggulan dan kelemahan buku
     6.       Gaya bahasa
     7.       Simpulan

1.Judul resensi bukan judul buku. Judul resensi adalah judul karangan dari penulis resensi berdasarkan sesuatu yang menurutnya menarik dan bermakna sesuai isi resensinya.

2. Identitas buku meliputi:
-          Judul buku
-          Pengarang
-          Penerbit
-          Tahun terbit
-          Jumlah halaman
-          Harga

3. Kepengarangan yaitu isi resensi berkenaan dengan diri pengarang buku, antara lain riwayatnya dalam dunia mengarang/tulis-menulis, karya-karyanya, keterkaitan karya yang diresensi dengan karya lainnya.

4. Sinopsis adalah kilasan isi buku.

5. Keunggulan dan kelemahan buku berkenaan dengan apa kelebihan dan kekurangan buku yang bersangkutan. Kelebihan dan kekurangan ini seperti menarik/tidaknya cerita, kedalaman makna, pilihan kata, keterkaitan dengan fakta kehidupan nyata, dll. Termasuk dalam kelebihan dan kekurangan ini adalah kondisi fisik buku, seperti gambar kulit depan menarik/tidak, kertasnya berkualitas tinggi/rendah, dll.

6.Gaya bahasa adalah cara bercerita penulis, seperti pilihan kata, bahasa mudah dimengerti, banyak memakai bahasa sehari-hari/populer, dsb.  Gaya bahasa ini kadang dimasukkan ke dalam kelebihan dan kekurangan karya.

7.Simpulan berisi pernyataan penulis resensi tentang bagus tidaknya buku dan pihak-pihak yang tepat sebagai pembaca buku tersebut. 
Contoh kalimat simpulan resensi : Buku ini sangat bagus dan sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang sedang menekuni bidang bahasa.
Contoh Resensi Buku :
Judul Novel                : Negeri 5 MenaraJudul resensi novel      : Negeri 5 MenaraPengarang                  : A. FuadiPenerbit                     : Gramedia Pustaka UtamaTahun Terbit               : Agustus 2010Kota Terbit                : JakartaJumlah Halaman         : 424 hal

Resensi Novel Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi yang merupakan novel best seller ini, menceritakan kisah lima orang sahabat yang mondok di sebuah pesantren yaitu Pondok Madani (PM). Novel best seller ini merupakan novel pertama dari trilogi yang secara apik bercerita tentang dunia pendidikan khas pesantren, lengkap dengan segala pernak-pernik kehidupan para santrinya.

Alif Fikri adalah seorang yang sangat menginginkan sekolah di SMA Bukittinggi Sumatera Barat dengan berbekal nilai ujian yang lumayan bagus. Namun mimpinya seakan sirna, musnah tak berbekas, karena Amaknya tidak mengijinkan. Beliau ingin Alif sekolah di Madrasah Aliyah yang berbasik agama, dengan alasan Amak ingin Alif menjadi Ustad (Ulama). Dengan setengah hati, Alif menerima keinginan Amaknya untuk sekolah agama.

Awal mulanya dia sangatkaget dengan segala peraturan ketat dan kegiatan pondok. Untunglah, dia menemukan sahabat-sahabat dari berbagai daerah yang benar² menyenangkan. Niatan setengah hatinya kini telah menjadi bulat. Di bawah menara PM inilah mereka berlima justru menciptakan mimpi²i lewat imajinasinya menatapi langit dan merangkai awan-awan menjadi negeri impian. Mereka yakin kelak impian itu akan terwujud. Karena mereka yakin akan mantra ampuh yang mereka dapatkan dari Kyai Rais (Guru Besar PM), yaitu man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil.

Kelebihan novel ini adalah mengubah pola pikir kita tentang kehidupan pondok yang hanya belajar agama saja. Karena dalam novel ini selain belajar ilmu agama, ternyata juga belajar ilmu umum seperti bahasa inggris, arab, kesenian dll. Pelajaran yang dapat dipetik adalah jangan pernah meremehkan sebuah impian setinggi apapun itu, karena allah Maha mendengar doa dari umatNya.

50 Contoh Judul Skripsi Jurusan Farmasi

Bagi yang kuliah di jurusan farmasi mungkin beberapa judul skripsi maupun thesis di bawah ini dapat membantu kalian dalam memilih judul yang tepat untuk penelitian kalian :
  • UJI PENGARUH PRODUK LR TERHADAP AKTIVITAS ENZIM XANTIN OKSIDASE SECARA IN VITRO 
  • EVALUASI PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT GRHASIA, PAKEM YOGYAKARTA PERIODE JANUARI-JUNI 05 
  • UJI AKTIVITAS INFUS DAUN SAMBUNG (BLUMEA BLASAMIFERA (L) DC) SEBAGAI ANTI DIARE PADA TIKUS JANTAN 
  • PENGARUH TEKANAN PENGEMPAAN PADA PELEPASAN NATRIUM DIKLOFENAK DARI SEDIAN TABLET LEPAS LEMBAT DENGAN MATRIKS METHOCEL KAM PROMIUM EP 
  • PENGARUH PENAMBAHAN TWEEN 80 TERHADAP SIFAT FISIK DAN DISOLUSI EFISIENSI (DEGO) TABLET AMPISILIN 
  • EFEK HEPATOPROEKTIF AIR PERASAN UMBI WORTEL (DAUCUS CAROTA L) PADA MENCIT JANTAN TERINDUKSI CCL4 
  • ISOLASI DAN IDENTIFIKASI FLAVONOID DAN ASAM FENOLAT DARI DAUN KEPEL (STELECHOCARPUS BURAHOL, HOOK F 2 TH) 
  • UJI DAYA ANTHELMINTIKA INFUSA DAUN KETEPENG CINA (CASSIA ALATA L) TERHADAP ASCARIDIA GALLI SCHRANK SECARA IN VITRO SERTA PROFIL KROMATOGRAFINYA 
  • MANAJEMEN PENGARSIPAN RESEP DI APOTIK SIDOWAYAH FARMA KLATEN 
  • MANAJEMEN PENGOLAHAN APOTIK RS DKT -05
  • PENGOLAHAN RESEP DI APOTIK RADEJAH BANTUL 
  • PELAYANAN RESEP BAGI PASIEN RAWAT INAP DI INSTALASI FARMASI RSUD KAB. MUNA SULAWESI TENGGARA
  • UJI TOKSISITAS AKUIT ANTESTERIN DALAM EKSTRAK ASETON DAUN KUPATONIUM INULI FOLIUM H.B.K PADA ARTEMIA SALINO LOARH 
  • SINTESIS P ETI BENZOFENON DARI ASAM P. ETIL BENZOAT DAN BEN ZEN 
  • ISOLASI DAN IDENTIFIKASI MIU NOGLO BULIN G (lg G) AYAM ANTI PROTEIN SUB UNIT PIU SALMONELLA TYIHI
  • PENGARUH PROKLOK PERAZIN TERHADAP TRANSFOR AKTIF GLUKOSA PADA MEMBRAN USUS HALUS TIKUS IN SATU 
  • PENGARUH RADIASI SINAR GAMMA CO-GO TRHADAP ASAN AMINO BEBAS DAN DAYA SIMPAN UDANG (PENAELES MONODON FABRICIUSI) 
  • UJI SITOTOKSISITAS KUKUMIN DAN 4 PARA FLUO ROFENSI KURKUMIN TERHADAP SEL MIELOMA 
  • PENGARUH INFUS DAUN BARLONIA PRIRUTIS L TERHADAP KELARUTAN KALSIUM BATU GUNJAL SELAMA IN-VITRO 
  • PENETPAN KADAR VITAMIN BI DI DALAM KACANG KEDELAI SETA OLAHANYA – 91
  • ISOLASI DAN IDDENTIFIKASI PEKTIN DARI KULIT PISANG KEPOK 
  • UJI PENDAHULUAN AKTIVITAS ANTIMIKROBA SERBUK CACING PATAK TERHADAP SALMONELLO TYPHI 
  • PENGEMBAGAN FOMULASI SEDIAAN TABLET DEKSAMETASON SECARA KEMPA LANGSUNG DENGAN TEKNIK DISPERSI PADAT 
  • MIKROENKAPSULASI TEOFILIN DENGAN PROTEIN KEDELAI HITAM ( GLYCINEMAX ) SEBAGAI PENYALLIT MENGGUNAKAN METODE DENATURASI 
  • PENGARUH INFUSA DAUN KUMIS KUCING ( ORTHOSIPHOARISTATUS, BI. MIG) TERHADAP JUMLAH URINA TEKANAN DARAH KUCING TERANASTESI -03
  • UJI AKTIVITAS ANTIBAKTEI ESKTRAK ESTANOL DARI DUA METODE MASERASI KOTEKS KAYU MANIS JANGAN ( CINNAMOMUN BURMANNI NESS EX BI.) TERHADAP ESCHERICHIA COLI SERTA PROFIL KROMATOGRAFI LAPIS TIPISNYA 
  • PENGARUH VARIASI WAKKTU FERMENTASI TERHADAP KADAR ESTANOL HASIL FERMENTASI KULIT SINGKONG ( MANIHOT UTILLISSMA PAHL) 
  • PENGARUH METODE PENYARIAN TERHADAP PERBEDAAN HASIL ANALISIS KADAR TANIN DALAM DAUN JAMBU BIJI ( PSIDIUM GUAJAVA L. ) SECARA SPEKTROFOTOMETRI SINAR TAMPAK 
  • UJI KEPEKAAN BAKERI PATOGEN PADA URIN DARI LABORATORIUM KLINIK DAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH YOGYAKARTA TERHADAP ANTIBIOTIK 
  • TOKSIFITAS AKUT EKSTRAK CHOROFORM DAN EKSTRAK METHANOL BUAH LEUNEA ( SOLANEUM NINGRUM. L ) TERHADAP LARVA ATEMINA SALENA LEACH. 
  • PENINGKATAN KADAR POLISAKARIDA PADA TULANG JAMUR SITAKE DAN PENAMBAHAN VITAMIN B1 DAN MAGNESIUM SULFAT PADA MEDIA TANAM SERTA UJI IMUNOMODULATORNYA PADA SEL LIMFOSIT MENCIT 
  • UJI AKTIVITAS INVUS DAUN KEPEL SEBAGAI PENURUN KADAR ASAM URAT DALAM DARAH 
  • UJI AKTIVITAS INFUS DAUN SIRIH (PIPER BETLE L ) TERHADAP PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS
  • POLA PENGOBATAN PENYAKIT HEPERTENSI PADA PASIEN RAWAT INAP DI RSUD KOTA YOGYAKARTA SELAMA TAHUN 2004 -2006 – 06
  • UJI EFEK ANALGETIKA INFUS DAUN SENGGGANI (MELASTOMA OFFINE D-DON) PADA MENCIT PUTIH BETINA GALUR DDI – 05
  • PENATA LAKSANAAN TERAPI PASIEN KERACUNAN MAKANAN DI INSTALASI RAWAT INAP DI RSUD WATES DIY TAHUN 2000 
  • IDENTIFIKASI DRUG RELATED PROBLEM (DPR) DALAM PENGOBATAN DUNGUE HEMORAGIE FEVER (DHF) PADA PASIEN PEDIATI DI INSTALASI RAWAT INAP RSU PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTAA PERIODE FEBRUARI – APRIL 2006 – 06
  • UJI SITOTOKSIK AKUT BIJI PUCUNG [PANGIUM E DULE REINW] TERHADAP LAEVA ARTEMIA SALINA LEACH BESERTA PROFIL KLT FRAKSI PALING AKTIF 
  • PREFORMULASI SEDIAAN LEPAS LAMBAT SULFASOMIDIN DENGAN PUTIH TELUR AYAM BURAS MENGGUNAKAN METODE MIKROEN KAPSULASI 
  • ASETILASI ANILIN MENGGUNAKAN ASAM ASETAT GLASIAL DENGAN FARIASI JUMLAH ASAM KLORIDA DEKAT 
  • ISOLASI DAN IDENTIFIKASI PEKTIN DARAI KULIT PISANG KEPOK 
  • PEMERIKSAAN KANDUNGAN ALKLOID TROPANA PADA KULTUR KLAUS DAUN KECUBUNG (DATURA METEL L) DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA MURASHIGE SKOOG PADA VARIASI KADAR SUKROSA 
  • DAYA ANALGETIK EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (MORINAGA PTERYNOSPERMAE GEARTH) TERHADAP MENCIT PUTIH BETINA 
  • OSILASI DAN IDENTIFIKASI JAMUR PATOGEN DARI BEBERAPA JAMU YANG TELAH DITARIK DARI PEREDARAN 
  • UJI ANTIPROLIFERATIF 4 DIMETI LAMINO ASETIL BENZILIDIN TERHADAP SEL HELA 
  • UJI ANTHELMINTIKA EKSTRAK BUAH PARE AYAM (MEMORDIKA CHARANTIA L) TERHADAP CACING ASSCARIDICA GALLI SCHRANK SECARA IN VITRO 
  • PENGARUH FORMULA BASIS CAMPURAN PEG 400 DAN PEG 4000 TERHADAP DAYA ANTI BAKTERI SALEP EKSTRAK ETANOLIK BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIFUM L) 
  • POLA PENGOBATAN PENYAKIT HEPATITIS VIRUS AKUT DI INSTALASI RAWAT INAP RSU PKU MUHAMMADIYAH YK PERIODE TAH JANUARI 02-DESEMBER 03 
  • ISOLASI DAN IDENTIFIKASI JAMUR PATOGEN DARI BEBERAPA JAMU YANG TELAH DITARIK DARI PEREDARAN 

15 Majas dalam Bahasa Indonesia

Apakah kamu pernah mendengar kata "Majas"? Majas sering disebut juga dengan gaya bahasa. Menurut situs wikipedia, Majas adalah  pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu, keseluruhan ciri bahasa sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tertulis.
Nah terdapat berbagai jenis majas dalam bahasa Indonesia, antara lain :

1. Litotes
Majas yang dipakai untuk menyatakan sesuatu dengan tujuan
merendahkan diri. Sesuatu hal dinyatakan kurang dari keadaan sebenarnya
atau suatu pikiran dinyatakan dengan menyangkal lawan
katanya. Contoh:
a. Kedudukan saya ini tidak ada artinya sama sekali.
b. Apa yang kami hadiahkan ini sebenarnya tidak ada artinya
sama sekali bagimu.

2. Paradoks
Majas yang mengandung pertentangan nyata dengan fakta-fakta
yang ada. Paradoks dapat juga berarti semua hal yang menarik perhatian
karena kebenarannya. Contoh:
a. Ia mati kelaparan di tengah-tengah kekayaan yang
berlimpah-limpah.
b. Dina merasa kesepian di tengah-tengah keramaian kota.

3. Pleonasme
Majas ini mempergunakan kata-kata lebih banyak daripada yang
diperlukan. Contoh:
a. Saya telah mendengar hal itu dengan telinga saya sendiri.
b. Saya melihat kejadian itu dengan mata kepala saya
sendiri.

4. Elipsis
Majas ini berwujud menghilangkan suatu unsur kalimat yang
dengan mudah dapat diisi atau ditafsirkan sendiri oleh pembaca atau
pendengar, sehingga struktur gramatikal atau kalimatnya memenuhi
pola yang berlaku. Contoh:
Masihkah kau tidak percaya bahwa dari segi fisik engkau
tak apa-apa, badanmu sehat; tetapi psikis ... .

5. Metonimia
Majas ini mempergunakan sebuah kata untuk menyatakan suatu
hal lain, karena mempunyai pertalian yang sangat dekat. 

Contoh:
Pena lebih berbahaya dari pedang.

6. Persamaan atau simile
Majas ini mengandung perbandingan yang bersifat eksplisit. Yang
dimaksud dengan perbandingan yang bersifat eksplisit adalah langsung
menyatakan sesuatu sama dengan hal yang lain. Untuk itu, ia
memerlukan upaya yang secara eksplisit menunjukkan kesamaan
itu, yaitu kata-kata: seperti, sama, sebagai, bagaikan, laksana, dan
sebagainya. 

Contoh:
a. Kikirnya seperti kepiting batu.
b. Mukanya merah laksana kepiting rebus.

7. Metafora
Majas ini semacam analogi yang membandingkan dua hal secara
langsung
, tetapi dalam bentuk yang singkat: bunga bangsa, buaya
darat, buah hati, cindera mata, dan sebagainya. Makna sebuah
metafora dibatasi oleh sebuah konteks. 

Contoh:
Perahu itu menggergaji ombak.

8. Personifikasi
Majas kiasan yang menggambarkan benda-benda mati seolaholah
memiliki sifat-sifat kemanusiaan. Personifikasi (penginsanan)
merupakan suatu corak khusus dari metafora, yang mengiaskan
benda-benda mati bertindak, berbuat, berbicara seperti manusia.
Contoh:
a. Angin yang meraung di tengah malam yang gelap itu
menambah lagi ketakutan kami.
b. Kata-katanya tajam seperti mata pisau.

9. Ironi atau sindiran
Majas ini ingin mengatakan sesuatu dengan makna atau maksud
berlainan dari apa yang terkandung dalam rangkaian kata-katanya.
Contoh:
a. Saya tahu Anda adalah seorang gadis yang paling cantik
di dunia ini yang perlu mendapat tempat terhormat!
b. Kamu datang sangat tepat waktu, sudah 5 mobil tujuan
kita melintas.

10. Sinisme
Sinisme adalah sindiran yang berbentuk kesangsian yang
mengandung ejekan terhadap keikhlasan dan ketulusan hati. Contoh:
Tidak diragukan lagi bahwa Andalah orangnya, sehingga
semua kebijaksanaan terdahulu harus dibatalkan seluruhnya!

11. Sarkasme

Majas ini lebih kasar dari ironi dan sinisme. Majas sarkasme
mengandung kepahitan dan celaan yang getir. Contoh:
a. Mulut harimau kau!
b. Lihat sang Raksasa itu! (maksudnya si Cebol)

12. Sinekdoke
Semacam bahasa figuratif yang mempergunakan sebagian dari
sesuatu hal untuk menyatakan keseluruhan (pars pro toto) atau
mempergunakan keseluruhan untuk menyatakan sebagian (totem
pro parte). Contoh:
a. Setiap kepala dikenakan sumbangan sebesar Rp 1.000,00
(pars pro toto).
b. Pertandingan sepak bola antara Indonesia melawan Malaysia
berakhir dengan kemenangan Indonesia (totem
pro parte).

13. Hiperbola
Majas yang mengandung suatu pernyataan yang berlebihan,
dengan membesar-besarkan sesuatu hal. Contoh:
a. Kemarahanku sudah menjadi-jadi hingga hampir
meledak kepalaku.
b. Sudilah tuan mampir di gubuk sederhana saya.

14. Eufimisme
Majas yang menyatakan sesuatu dengan ungkapan yang lebih
halus. Contoh:
a. Untuk menjaga kesetabilan ekonomi, pemerintah menetapkan
kebijakan penyesuaian harga BBM. (kenaikan
harga).
b. Untuk mengatasi masalah keuangan, perusahaan itu
merumahkan sebagian karyawannya. (mem-PHK).

15. Retoris
Majas ini berupa pertanyaan yang tidak menuntut suatu jawaban.
Contoh:
Bukankah kita ini bangsa yang beragam adat, suku, dan
budaya, mengapa hendak diseragamkan?

Unsur-Unsur Intrinsik Drama

Unsur-unsur intrinsik drama adalah sebagai berikut :
1.Plot atau kerangka cerita, merupakan jalinan cerita atau kerangka dari 

awal hingga akhir yang merupakan jalinan konflik antara dua tokoh yang

berlawanan. Unsur-unsur plot dijelaskan di bawah ini :

a) Pelukisan awal cerita.

b) Komplikasi atau pertikaian awal.

c) Klimaks atau titik puncak cerita.

d) Resolusi atau penyelesaian.

e) Keputusan
Jenis-Jenis Plot atau Kerangka Cerita

Plot atau kerangka cerita drama ada tiga jenis, yaitu sebagai berikut.

1) Sirkuler, artinya cerita berkisar pada satu peristiwa saja.

2) Linier, artinya cerita bergerak secara berurutan dari A-Z.

3) Episodik, yaitu jalinan cerita itu terpisah, kemudian bertemu pada akhir

cerita.



2. Penokohan atau perwatakan, yaitu orang yang berperan dalam drama.

Perwatakan penokohan dapat dibedakan menjadi berikut ini.

1) Protagonis, yaitu tokoh yang mendukung cerita.

2) Antagonis, yaitu tokoh yang menentang cerita.

3) Tritagonis, yaitu tokoh pembantu, baik untuk tokoh protagonis maupun

antagonis.



3. Dialog, yaitu percakapan dalam drama. Dalam drama, dialog harus

memenuhi dua tuntutan berikut ini.

1) Dialog harus menunjang gerak dan laku tokohnya.

2) Dialog dalam pentas harus lebih tajam daripada dialog sehari-hari.



4. Setting/landasan/tempat kejadian cerita biasanya disebut juga latar cerita.

Setting biasanya mencakup hal-hal berikut.

1) Setting tempat berhubungan dengan ruang waktu, misalnya di Jawa

dan tahun berapa.

2) Setting waktu berarti apakah lakon terjadi di waktu siang, sore, atau

malam hari.



5. Tema atau nada dasar cerita merupakan gagasan pokok yang terkandung

dalam drama.



6. Amanat atau pesan pengarang yang hendak disampaikan pengarang

melalui dramanya harus dicari oleh pembaca atau penonton. Amanat

adalah maksud yang terkandung dalam suatu drama.
 

Kumpulan Soal Jawaban Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger