• Home
  • About
  • Contact
  • Sitemap
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Advertise

Kumpulan Soal Jawaban

Kumpulan Soal Jawaban
  • Home
  • Latihan
  • Bahasa Inggris
  • Ujian
  • Matematika
  • Soal MID
  • SMA
  • SMK
  • SMP
  • SD
Home → Semua Post Berkategori Sejarah SMA
Showing posts with label Sejarah SMA. Show all posts
Showing posts with label Sejarah SMA. Show all posts
Bukti Sejarah adanya kerajaan Sriwijaya

Bukti Sejarah adanya kerajaan Sriwijaya

om
12:07 AM
BUKTI-BUKTI ADANYA KERAJAAN SRIWIJAYA DI INDONESIA

a. Prasasti
1. Prasasti kedukan bukit ( 683 M )
Prasasti ini ditemukan di kedukan bukit di tepi sungai tatang dekat Palembang. Isinya menceritakan bahwa pada tahun 683 M ada seorang yang bernama Dapunta Hiyam mengadakan perjanjian suci dengan membawa 20.000 tentara, berangkat dari Minanggatamwan denagn naik perahu sedangkan tentara sebanyak 1312 lewat jalan darat. Datang di Melayu dan akhirnya kota Sriwijaya.

2. Prasasti Talang Tuo ( 684 M )
Prasasti ini ditemukan di Talang Tuo dekat Palembang. Isinya menyebutkan bahwa atas perintah Dapunta Hiyam telah dibuat taman yang disebut Sriksetra untuk kemakmuran semua makhluk. Disamping itu juga ada doa-doa yang bersifat Budha Mahayana.

3. Prasasti Palas Pasemah
Prasasti ini ditemukan di Lampung selatan. Isinya menebutkan bahwa daerah Lampung selatan saat ini sudah di duduki Sriwijaya.

4. Prasasti Kota Kapur
Prasasti ini di temukan di Bangka. Isinya yaitu tentang permohonan kepada dewa agar menjaga keamanan dan keselamatan bagi kerajaan Sriwijaya. Dalam parasasti ini juga di jelaskan bahwa Sriwijaya berusaha keras memperluas kekuasaanya.

5. Prasasti Rajendracolah
Prasasti ini menceritakan masa keruntuhan Sriwijaya. Prasasti ini ada di India bagian selatan.

6. Prasasti Karang Berahi
Prasasti ini ditemukan di Jambi. Isinya hampir sama dengan Prasasti Kota Kapur.

b. Berita-berita
Berasal dari berita Cina yang isinya adalah bahwa pada tahun 671 M I-Tsing telah singgah di Sriwijaya dalam perjalanan ke India. Kemudian pada tahun 685 M ia datang lagi ke Sriwijaya untuk menterjemahkan kitab agama Budha. Jadi pada abad ke-7 M Sriwijaya telah berkembang menjadi pusat kegiatan agama Budha di Asia Tenggara.
Jenis Sejarah dan Contohnya

Jenis Sejarah dan Contohnya

om
9:04 PM
Jenis Sejarah dan Contohnya, Terdapat dua macam pembagian sejarah, yaitu berdasarkan wilayah pembahasannya dan berdasarkan temanya.

A. Jenis Sejarah berdasarkan Wilayah Pembahasannya
Berdasarkan wilayah pembahasannya (secara umum) digongkan menjadi 3 yaitu :
1. Sejarah Lokal
Merupakan sejarah yang mengungkap peristiwa yang terjadi di suatu daerah/ lokal tertentu dan dampaknya tidak menyebar ke daerah lain.
Sejarah lokal meliputi berbagai peristiwa dengan berbagai aspek baik politik, ekonomi, sosial, budaya, dsb yang berkembang di masyarakat dalam suatu wilayah tertentu.
 
2. Sejarah Nasional
Merupakan sejarah yang mengungkap peristiwa yang terjadi di suatu daerah tetapi dampak/pengaruhnya terjadi pada daerah lain bahkan pada satu negara (nation).
Sejarah Nasional merupakan puncak dari sejarah-sejarah yang terjadi di tingkat lokal.
Contoh :
1. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 1945
2. Krisis Moneter di Indonesia 

3. Sejarah Internasional (dunia)
Merupakan suatu peristiwa sejarah yang terjadi di suatu daerah maupun suatu negara yang dampaknya mempengaruhi perkembangan dunia internasional.
Contoh :
1.
Revolusi Industri
2. Perang Dunia I

B. Jenis Sejarah Berdasarkan Temanya

Jenis sejarah berdasarkan Temanya dapat kita golongkan menjadi :
1. Sejarah Politik
Merupakan sejarah yang digerakkan dan disebabkan oleh adanya berbagai hal yang berkaitan dengan masalah-masalah politik, faktor politik, dan kehidupan politik.
Sejarah politik biasanya membahas mengenai tokoh-tokoh besar, perkembangan ketatanegaraan, sistem pemerintahan, struktur kekuasaan, kepemimpinan, peranan elite, jaringan politik, dan mobilisasi masa.
Contoh :
1. Indonesia masa pemerintahan Belanda.
2. Pemilihan Umum di Indonesia tahun 1955
3. Runtuhnya kekuasaan Rezim Suharto
 

2. Sejarah Sosial
Merupakan sejarah yang membahas mengenai berbagai masalah sosial yang muncul dan berkembang di masyarakat. Selain itu membicarakan mengenai golongan masyarakat, kehidupan sehari-hari, gerakan sosial, dsb.
 
3. Sejarah Ekonomi
Merupakan sejarah yang memfokuskan kajiannya pada masalah-masalah ekonomi dan konsep-konsep ekonomi.
Sejarah ekonomi dapat pula diartikan sebagai studi mengenai kejadian-kejadian perekonomian di masa lampau.
Contoh :
1. Sistem perpajakan di Indonesia masa orde lama.
2. Perkembangan tanaman ekspor dan perkebunan pada masa pemerintahan Hindia Belanda di Indonesia.
3. Sistem perdagangan di Asia Tenggara.

4. Sejarah Kebudayaan
Merupakan sejarah mengenai kehidupan manusia yang berhubungan dengan kebudayaan.
Seperti halnya mengenai benda-benda yang digunakan manusia, kegiatan upacara adat, gaya hidup, dan siklus kehidupan manusia.

5. Sejarah Intelektual
Merupakan sejarah yang mengkaji mengenai gagasan, ide, cara berpikir manusia pada masa lampau.
Biasanya, mengkaji mengenai ideologi politik (seperti: kapitalisme, liberalisme, komunisme,dsb), ide, idealisme, jiwa, dan nilai-nilai yang ada pada masyarakat.
Contoh :
1. Pemikiran Hitler untuk mengembangkan gerakan Nazi di Jerman.
2. Pemikiran Karl Marx mengenai komunisme yang dikembangkan oleh Lenin dan Stalin di Uni Soviet
3. Pemikiran Cristophorus Columbus mengenai bumi.
3. Perkembangan penemuan alat komunikasi di dunia.
Teori Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Teori Nenek Moyang Bangsa Indonesia

om
5:03 PM
Teori Nenek Moyang Bangsa Indonesia, Bangsa Indonesia termasuk ras Mongoloid terutama Malayan Mongoloid. Ras Mongoloid mempunyai 3 subras yaitu:
1. Asiatik Mongoloid (Cina,Jepang,Korea)
2. Malayan Mongoloid (Melayu)
3. American Mongoloid (Suku Indian)

Persebaran Nenek Moyang Bangsa Indonesia 

Sebelum bangsa Melayu Austronesia masuk ke Indonesia, wilayah Indonesia sudah ada suku Weddid dan Negrito. Kedua suku tersebut berasal dari daerah Tonkin.
Dari Tonkin kemudian menyebar ke Hindia Belanda, Indonesia, hingga pulau-pulau di Samudera Pasifik.

Suku Bangsa Melayu yang terdapat di Indonesia dalam proses menetapnya dibedakan menjadi dua yaitu
1. Bangsa Melayu Tua (Proto Melayu)
2. Bangsa Melayu Muda (Deutro
Melayu)

Bangsa Melayu Tua (Proto Melayu)
Bangsa Melayu Tua (Proto Melayu) adalah rumpun bangsa Austronesia yang datang kali pertama di Indonesia sekitar 2000 tahun SM. Kedatangan bangsa Austronesia dari daratan Yunan menuju Indonesia menempuh dua jalur berikut:
1. Jalur Utara dan Timur
2. Jalur Barat dan Selatan

1. Jalur Utara dan Timur
- Melalui Teluk Tonkin menuju Taiwan (Formosa), Filipina, Sulawesi, dan Maluku dengan membawa kebudayaan kapak lonjong.
- Persebaran periode Proto Melayu ini membawa kebudayaan batu baru/Neolithikum.

2. Jalur Barat dan Selatan
- Melalui Semenanjung Malaka, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan Nusa Tenggara dengan membawa kebudayaan kapak persegi.
- Persebaran periode Deutro Melayu ini mebawa kebudayaan logam.

Bangsa Melayu Muda (Deutro Melayu)
Bangsa Melayu Muda (Deutro Melayu) adalah rumpun bangsa Austronesia yang datang di Indonesia pada gelombang kedua terjadi pada sekitar 500 tahun SM. Bangsa Melayu Muda datang ke Indonesia melalui jalur barat, yakni berangkat dari Yunan, Teluk Tonkin, Vietnam, Thailand, Semenanjung Malaka, dan kemudian menyeberangi Selat Malaka hingga sampai di Kepulauan Indonesia.

Penyebaran manusia purba di Indonesia tidak berlangsung dalam satu tahap. Berdasarkan bukti-bukti sejarah yang ditemukan, kedatangan manusia purba di indonesia berlangsung tiga tahap yaitu zaman mesolithikum, zaman neolithikum, dan zaman perundagian.

1. Zaman mesolithikum
Terjadi gelombang masuk manusia purba melonosoid dan daerah teluk tonkin, vietnam, melalui jalur fhilipina, malaysia dan indonesia. Sisa keturunan bangsa melonosoid yang masih ditemukan, antara lain orang sakai di siak, orang aeta di filipina, orang semang di malaysia, dan orang papua melonosoid di indonesia

2. Zaman neolithikum (200 SM)
Terjadi perpindahan manusia purba dari rumpun bangsa melayu tua (proto melayu) dari daerah yunan, china, melalui jalur semenanjung malaya, indonesia, filipina, dan formosa. Kebudayaan neolithikum, khususnya jenis kebudayaan kapak persegi dan kapak lonjong.

3. Zaman perundagian
Terjadi perpindahan manusia purba dari rumpun bangsa melayu muda ( deutero melayu ) dari daerah teluk tonkin, vietnam ke daerah daerah di sebelah selatan vietnam, termasuk indonesia.
Bangsa ini merupakan pendukung kebudayaan perunggu, terutama kapak corong nekara , moko, bejana perunggu, dan arca perunggu. Kebudayaannya sering disebut kebudayaan Don son karena berasal dari donson teluk tonkin)
Detik-detik Pembacaan Teks Proklamasi

Detik-detik Pembacaan Teks Proklamasi

om
3:23 AM
Detik-detik Pembacaan Teks Proklamasi - Naskah asli proklamasi yang ditempatkan di Monumen Nasional dengan bingkai. Perundingan antara golongan muda dan golongan tua dalam penyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia berlangsung pukul 02.00 - 04.00 dini hari. Teks proklamasi ditulis di ruang makan di kediaman Soekarno, Jl. Pegangsaan Timur 56 Jakarta.

Para penyusun teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Mr. Ahmad Soebarjo. Konsep teks proklamasi ditulis oleh Ir. Soekarno sendiri. Di ruang depan, hadir B.M Diah Sayuti Melik, Sukarni dan Soediro. Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia. Teks Proklamasi Indonesia itu diketik oleh Sayuti melik. Pagi harinya, 17 Agustus 1945, di kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 telah hadir antara lain Soewirjo, Wilopo, Gafar Pringgodigdo, Tabrani dan Trimurti.

Acara dimulai pada pukul 10:00 dengan pembacaan proklamasi oleh Soekarno dan disambung pidato singkat tanpa teks. Kemudian bendera Merah Putih, yang telah dijahit oleh bu Fatmawati, dikibarkan, disusul dengan sambutan oleh Soewirjo, wakil walikota Jakarta saat itu dan Moewardi, pimpinan Barisan Pelopor. Pada awalnya Trimurti diminta untuk menaikkan bendera namun ia menolak dengan alasan pengerekan bendera sebaiknya dilakukan oleh seorang prajurit. Oleh sebab itu ditunjuklah Latief Hendraningrat, seorang prajurit PETA, dibantu oleh Soehoed untuk tugas tersebut. Seorang pemudi muncul dari belakang membawa nampan berisi bendera Merah Putih (Sang Saka Merah Putih), yang dijahit oleh Fatmawati beberapa hari sebelumnya. Setelah bendera berkibar, hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Sampai saat ini, bendera pusaka tersebut masih disimpan di Museum Tugu Monumen Nasional. Setelah upacara selesai berlangsung, kurang lebih 100 orang anggota Barisan Pelopor yang dipimpin S.Brata datang terburu-buru karena mereka tidak mengetahui perubahan tempat mendadak dari Ikada ke Pegangsaan. Mereka menuntut Soekarno mengulang pembacaan Proklamasi, namun ditolak. Akhirnya Hatta memberikan amanat singkat kepada mereka.

Pada tanggal 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengambil keputusan, mengesahkan dan menetapkan Undang-Undang Dasar (UUD) sebagai dasar negara Republik Indonesia, yang selanjutnya dikenal sebagai UUD 45. Dengan demikian terbentuklah Pemerintahan Negara Kesatuan Indonesia yang berbentuk Republik (NKRI) dengan kedaulatan di tangan rakyat yang dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang akan dibentuk kemudian. Setelah itu Soekarno dan M.Hatta terpilih atas usul dari otto iskandardinata dan persetujuan dari PPKI sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia yang pertama. Presiden dan wakil presiden akan dibantu oleh sebuah Komite Nasional.

Isi Teks Proklamasi 
Isi teks proklamasi kemerdekaan yang singkat ini adalah:
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja. Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05 Atas nama bangsa Indonesia. Soekarno/Hatta  

Di sini ditulis tahun 05 karena ini sesuai dengan tahun Jepang yang kala itu adalah tahun 2605.

Naskah Otentik Teks diatas merupakan hasil ketikan dari Sayuti Melik (atau Sajoeti Melik), salah seorang tokoh pemuda yang ikut andil dalam persiapan proklamasi. Sementara naskah yang sebenarnya hasil gubahan Muh.Hatta, A.Soebardjo, dan dibantu oleh Ir.Soekarno sebagai pencatat. Adapun bunyi teks naskah otentik itu sebagai berikut:
Proklamasi
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja. Djakarta, 17 - 8 -'45 Wakil2 bangsa Indonesia.
Sejarah dan Peristiwa Rengasdengklok

Sejarah dan Peristiwa Rengasdengklok

om
3:22 AM
Baca dulu postingan ini agar lebih mengetahui alur peristiwa sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia
Sejarah Perjuangan Kemerdekaan Bangsa Indonesia

Sejarah dan Peristiwa Rengasdengklok
Para pemuda pejuang, termasuk Chaerul Saleh, yang tergabung dalam gerakan bawah tanah kehilangan kesabaran, dan pada dini hari tanggal 16 Agustus 1945. Bersama Shodanco Singgih, salah seorang anggota PETA, dan pemuda lain, mereka menculik Soekarno (bersama Fatmawati dan Guntur yang baru berusia 9 bulan) dan Hatta, dan membawanya ke Rengasdengklok, yang kemudian terkenal sebagai peristiwa Rengasdengklok.

Tujuannya adalah agar Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta tidak terpengaruh oleh Jepang. Di sini, mereka kembali meyakinkan Soekarno bahwa Jepang telah menyerah dan para pejuang telah siap untuk melawan Jepang, apa pun risikonya. Di Jakarta, golongan muda, Wikana, dan golongan tua, yaitu Mr. Ahmad Soebardjo melakukan perundingan. Mr. Ahmad Soebardjo menyetujui untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Jakarta. maka diutuslah Yusuf Kunto untuk mengantar Ahmad Soebardjo ke Rengasdengklok.

Mereka menjemput Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta kembali ke Jakarta. Mr. Ahmad Soebardjo berhasil meyakinkan para pemuda untuk tidak terburu - buru memproklamasikan kemerdekaan. Setelah tiba di Jakarta, mereka langsung menuju ke rumah Laksamana Maeda di Jl. Imam Bonjol No. 1 (sekarang gedung perpustakaan Nasional-Depdiknas) yang diperkirakan aman dari Jepang. Sekitar 15 pemuda menuntut Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan melalui radio, disusul pengambilalihan kekuasaan.

Mereka juga menolak rencana PPKI untuk memproklamasikan kemerdekaan pada 16 Agustus. Pertemuan Soekarno/Hatta dengan Jenderal Yamamoto dan Laksamana Maeda Malam harinya, Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta, bertemu dengan Letnan Jenderal Moichiro Yamamoto, komandan Angkatan Darat pemerintahan militer Jepang (Gunseikan) di Hindia Belanda dengan sepengetahuan Mayor Jenderal Otoshi Nishimura, Kepala Departemen Urusan Umum pemerintahan militer Jepang.

Dari komunikasi antara Hatta dan tangan kanan komandan Jepang di Jawa ini, Soekarno dan Hatta menjadi yakin bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu, dan tidak memiliki wewenang lagi untuk memberikan kemerdekaan. Setelah itu mereka bermalam di kediaman Laksamana Maeda (kini Jalan Imam Bonjol No.1) untuk melakukan rapat untuk menyiapkan teks Proklamasi. Rapat dihadiri oleh Soekarno, M. Hatta, Achmad Soebardjo, Soekarni dan Sajuti Melik. Setelah konsep selesai disepakati, Sajuti menyalin dan mengetik naskah tersebut. Pada awalnya pembacaan proklamasi akan dilakukan di Lapangan Ikada, namun berhubung alasan keamanan dipindahkan ke kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56[2](sekarang Jl. Proklamasi no. 1).

Sebelumnya para pemuda mengusulkan agar naskah proklamasi menyatakan semua aparat pemerintahan harus dikuasai oleh rakyat dari pihak asing yang masih menguasainya. Tetapi mayoritas anggota PPKI menolaknya dan disetujuilah naskah proklamasi seperti adanya hingga sekarang. Para pemuda juga menuntut enam pemuda turut menandatangani proklamasi bersama Soekarno dan Hatta dan bukan para anggota PPKI. Para pemuda menganggap PPKI mewakili Jepang. Kompromi pun terwujud dengan membubuhkan anak kalimat ”atas nama Bangsa Indonesia” Soekarno-Hatta.
Sejarah Kemerdekaan Bangsa Indonesia

Sejarah Kemerdekaan Bangsa Indonesia

om
3:21 AM
Menyambut hari kemerdekaan RI yang ke 68, kurang afdol rasanya jika kita tidak melihat sedikit perjuangan yang telah dilakukan para pejuang bangsa untuk menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang merdeka.

Berikut adalah sedikit kilas-balik sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia secara singkat :

Pada tanggal 6 Agustus 1945 sebuah bom atom dijatuhkan di atas kota Hiroshima di Jepang, oleh Amerika Serikat yang mulai menurunkan moral semangat tentara Jepang di seluruh dunia. Sehari kemudian BPUPKI berganti nama menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) untuk lebih menegaskan keinginan dan tujuan mencapai kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 9 Agustus 1945, bom atom kedua dijatuhkan di atas Nagasaki sehingga menyebabkan Jepang menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Momen ini pun dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya.

Soekarno, Hatta selaku pimpinan PPKI dan Radjiman Wedyodiningrat sebagai mantan ketua BPUPKI diterbangkan ke Dalat, 250 km di sebelah timur laut Saigon, Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi. Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang sedang di ambang kekalahan dan akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Sementara itu di Indonesia, pada tanggal 10 Agustus 1945, Sutan Syahrir telah mendengar berita lewat radio bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu. Para pejuang bawah tanah bersiap-siap memproklamasikan kemerdekaan RI, dan menolak bentuk kemerdekaan yang diberikan sebagai hadiah Jepang. Syahrir memberitahu penyair Chairil Anwar tentang dijatuhkannya bom atom di Nagasaki dan bahwa Jepang telah menerima ultimatum dari Sekutu untuk menyerah. Syahrir mengetahui hal itu melalui siaran radio luar negeri, yang ketika itu terlarang. Berita ini kemudian tersebar di lingkungan para pemuda terutama para pendukung Syahrir.

Pada tanggal 12 Agustus 1945, Jepang melalui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, mengatakan kepada Soekarno, Hatta dan Radjiman bahwa pemerintah Jepang akan segera memberikan kemerdekaan kepada Indonesia dan proklamasi kemerdekaan dapat dilaksanakan dalam beberapa hari, tergantung cara kerja PPKI.[1] Meskipun demikian Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 24 Agustus.

Dua hari kemudian, saat Soekarno, Hatta dan Radjiman kembali ke tanah air dari Dalat, Syahrir mendesak agar Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan karena menganggap hasil pertemuan di Dalat sebagai tipu muslihat Jepang, karena Jepang setiap saat sudah harus menyerah kepada Sekutu dan demi menghindari perpecahan dalam kubu nasionalis, antara yang anti dan pro Jepang. Hatta menceritakan kepada Syahrir tentang hasil pertemuan di Dalat.

Sementara itu Syahrir menyiapkan pengikutnya yang bakal berdemonstrasi dan bahkan mungkin harus siap menghadapi bala tentara Jepang dalam hal mereka akan menggunakan kekerasan. Syahrir telah menyusun teks proklamasi dan telah dikirimkan ke seluruh Jawa untuk dicetak dan dibagi-bagikan.

Soekarno belum yakin bahwa Jepang memang telah menyerah, dan proklamasi kemerdekaan RI saat itu dapat menimbulkan pertumpahan darah yang besar, dan dapat berakibat sangat fatal jika para pejuang Indonesia belum siap. Soekarno mengingatkan Hatta bahwa Syahrir tidak berhak memproklamasikan kemerdekaan karena itu adalah hak Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Sementara itu Syahrir menganggap PPKI adalah badan buatan Jepang dan proklamasi kemerdekaan oleh PPKI hanya merupakan 'hadiah' dari Jepang.

Pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada Sekutu. Tentara dan Angkatan Laut Jepang masih berkuasa di Indonesia karena Jepang telah berjanji akan mengembalikan kekuasaan di Indonesia ke tangan Belanda. Sutan Sjahrir, Wikana, Darwis, dan Chaerul Saleh mendengar kabar ini melalui radio BBC.

Setelah mendengar desas-desus Jepang bakal bertekuk lutut, golongan muda mendesak golongan tua untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun golongan tua tidak ingin terburu-buru. Mereka tidak menginginkan terjadinya pertumpahan darah pada saat proklamasi. Konsultasi pun dilakukan dalam bentuk rapat PPKI. Golongan muda tidak menyetujui rapat itu, mengingat PPKI adalah sebuah badan yang dibentuk oleh Jepang. Mereka menginginkan kemerdekaan atas usaha bangsa kita sendiri, bukan pemberian Jepang.

Soekarno dan Hatta mendatangi penguasa militer Jepang (Gunsei) untuk memperoleh konfirmasi di kantornya di Koningsplein (Medan Merdeka). Tapi kantor tersebut kosong.

Soekarno dan Hatta bersama Soebardjo kemudian ke kantor Bukanfu, Laksamana Maeda, di Jalan Imam Bonjol no. 1. Maeda menyambut kedatangan mereka dengan ucapan selamat atas keberhasilan mereka di Dalat. Sambil menjawab ia belum menerima konfirmasi serta masih menunggu instruksi dari Tokyo. Sepulang dari Maeda, Soekarno dan Hatta segera mempersiapkan pertemuan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada pukul 10 malam 16 Agustus keesokan harinya di kantor Jalan Pejambon No 2 guna membicarakan segala sesuatu yang berhubungan dengan UUD yang sehari sebelumnya telah disiapkan Hatta.

Sehari kemudian, gejolak tekanan yang menghendaki pengambilalihan kekuasaan oleh Indonesia makin memuncak dilancarkan para pengikut Syahrir. Rapat PPKI pada 16 Agustus pukul 10 pagi tidak dilaksanakan karena Soekarno dan Hatta tidak muncul. Peserta rapat tidak tahu telah terjadi peristiwa Rengasdengklok.

Sejarah dan Latar Belakang Peristiwa Rengasdengklok
Detik-detik Pembacaan Teks Proklamasi Indonesia

Sejarah ditemukannya Candi Borobudur

om
4:47 PM
Sejarah ditemukannya Candi Borobudur - Candi Borobudur merupakan warisan budaya dunia yang sangat luar biasa dan melegenda. Candi ini juga merupakan simbol negara kita. Terletak di kota Magelang Jawa Tengah, Candi Borobudur menyimpan sejuta sejarah dan simbol kesenian kelas dunia. Kurang afdol rasanya jika kita tidak mengetahui sejarah maha karya yang satu ini.

Beginilah sejarah ditemukannya candi Borobudur di Indonesia
Sekitar tiga ratus tahun yang lampau, tempat candi ini berada masih berupa hutan belukar yang mana oleh penduduk sekitar disebut Redi Borobudur. Untuk pertama kalinya, nama Borobudur diketahui dari Kitab naskah Negarakertagama karya Mpu Prapanca pada tahun 1365 Masehi, disebutkan tentang biara di Budur. 

Kemudian ada Naskah Babad Tanah Jawi (1709-1710) enzyme berita tentang Mas Dana, seorang pemberontak terhadap Raja Paku Buwono I, yang berhasil ditangkap di Redi Borobudur dan dijatuhi hukuman mati. 

Selanjutnya pada tahun 1758, tercetus berita tentang seorang pangeran dari Yogyakarta, yakni Pangeran Monconagoro, yang sangat berminat melihat arca seorang ksatria rule terkurung dalam sangkar. 

Pada tahun 1814, Thomas Stamford Raffles mendapat berita dari anak buahnya tentang adanya bukit-bukit yang dipenuhi oleh batu-batu berukir. 
Berdasarkan berita itu Raffles mengutus Cornelius, seorang pengagum seni dan sejarah, untuk membersihkan bukit itu. 

Setelah dibersihkan selama dua bulan dengan bantuan 200-an orang penduduk, bangunan candi semakin jelas dan pemugaran dilanjutkan pada 1825. 

Pada 1834, Residen Kedu membersihkan candi lagi, dan tahun 1842 stupa candi ditinjau untuk penelitian lebih lanjut.

Beginilah foto gambaran Candi Borobudur ketika pertama kali ditemukan
Sejarah ditemukannya Candi Borobudur
Sejarah ditemukannya Candi Borobudur

Sejarah ditemukannya Candi Borobudur
Sejarah ditemukannya Candi Borobudur

Dan Foto-foto Megahnya Candi Borobudur sekarang :
Sejarah ditemukannya Candi Borobudur
Sejarah ditemukannya Candi Borobudur
                                                         Stupa Candi Borobudur
                                                 
Sejarah ditemukannya Candi Borobudur
Sejarah ditemukannya Candi Borobudur
                                                  Gambar Candi Borobudur

Sejarah ditemukannya Candi Borobudur
Sejarah ditemukannya Candi Borobudur

Borobudur Ketika Malam Hari

Kita harus bangga menjadi orang Indonesia, Betul?
Sebarkan Sejarah ini kepada para kerabat kita, jangan sampai kita tidak menghargai warisan budaya nenek moyang kita.
Older Posts
Subscribe to: Posts (Atom)

Popular Posts

  • Perbedaan spelling American dan British English
    Berikut adalah beberapa contoh perbedaan spelling antara American English and British English : American English Spelling Brit...
  • Kapan kita menggunakan tanda petik alias kutip?
    Kapan kita menggunakan tanda petik alias kutip? Kita harus mengikuti kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam menggunakan tanda ...
  • Macam dan Cara Melakukan Start dalam Atletik
    Bagaimanakah cara melakukan start dalam olahraga atletik? Berapa macam atau berapa jeniskah start dalam melakukan olahraga atletik? Berikut...
  • Soal Essay Perubahan Sosial dan Jawabannya
    Soal Essay Perubahan Sosial dan Jawabannya . Melanjutkan pembahasan soal sosiologi sebelumnya, sekarang akan kita berbagi sedikit soal essa...
  • Soal UN IPA SMP Tahun 2013 dan Jawaban
    Soal UN IPA SMP Tahun 2013 dan Jawaban - "Soal UN tahun 2012/2013" yang akan kita bahas pada kesempatan ini adalah soal UN IPA SM...
  • Cabang dan Macam Olahraga Atletik
    Atletik merupakan salah satu cabang olahraga yang tertua di dunia. Olahraga ini sudah sangat lama dimainkan pada masa Yunani kuno. Apa saja...
  • Gambar dan Ukuran Lapangan Badminton
    1. Gambar Lapangan Bulutangkis / Badminton 2. Ukuran Lapangan Bulutangkis / Badminton Untuk Permainan Tunggal (1 pemain) -   Panjang...
  • Contoh kata dan kalimat homonim
    Pernah mendengar isitilah homonim, homograf, homofon, sinonim, antonim, polisemi dan hipernim? Istilah - istilah ini sering dipakai dalam b...
Copyright © 2015 Kumpulan Soal Jawaban. All rights reserved. My Notes Template. Simple Default Template edited by RT Media ™. Powered by Login